Yang tersabar, sahabatku,
Ocin, gadis manis bergigi gingsul ini adalah sahabatku. Dulu, aku lebih tinggi darinya tapi sekarang tinggi badannya melampaui tinggi badanku. Gadis berkulit putih ini memiliki nama lengkap Uray Oci Melisa. Ocin panggilan kesayangan dari keluarganya. Ya memang aku akui, ia agak sedikit lambat berpikir. Lemot, kalau kata anak anak sekarang. 11 Oktober kemarin ia genap berusia 19 tahun. Aku setahun lebih muda darinya, tapi kami satu angkatan. Kami bersahabat sedari di bangku sekolah dasar, tepatnya kami bertemu di MIN Pemangkat. Ya memang tidak satu kelas, tapi orang tua ku dan orang tua nya saling mengenal satu sama lain. Kemudian saat di Sekolah Menengah Atas kebetulan sekali aku dan Ocin berada di kelas yang sama, semenjak itu aku dan dia menjadi sangat akrab. Dan kami juga mengikuti ekstrakurikuler yang sama saat itu, yaitu drumband. Saat di Sekolah Menengah Pertama aku dan dia juga memilih sekolah yang sama. Sayangnya kali ini kami beda kelas, tapi tetap satu jurusan. Di SMA ini k...